permohonan pembatalan Raperda Berbasis Injil yang sedang di godok di Manokwari. Tepatnya di Papua. Disana setelah saya baca melalui internet di koran republika tanggal 23 Maret 2007
isi beritannya sebagai berikut:
Pemerintah dan DPRD Kab Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat, sedang memfinalisasi rancangan peraturan daerah (raperda) pembinaan mental dan spiritual berbasis Injil...
Saya kaget sekaligus marah, ketika saya dapat kabar dari temen saya melalui sms. Isi sms itu menyebutkan tentang dukungan do'a permohonan pembatalan Raperda Berbasis Injil yang sedang di godok di Manokwari. Tepatnya di Papua. Disana setelah saya baca melalui internet di koran republika tanggal 23 Maret 2007
isi beritannya sebagai berikut:
Pemerintah dan DPRD Kab Manokwari, Provinsi Irian Jaya Barat, sedang memfinalisasi rancangan peraturan daerah (raperda) pembinaan mental dan spiritual berbasis Injil...
dalam sms itu juga disebutkan mengenai pelarangan pemanggilan shallat yang dilakukan oleh umat islam (adzan) di manokwari.
kalo saya katakan Raperda berbasis injil ini menjadi Perda, itu adalah cacat hukum karena kalo kita lihat dari dasar hukum dibuatnya raperda itu pasti akan berlandaskan UUD 1945 dan UU No.22 /1999 tentang OTDA.
Padahal kalo kita lihat ,landasan hukum yang mendasari Raperda itu akan menjadi lemah bahkan bisa dibatalkan (Cacat hukum).
Kenapa bisa Cacat hukum ?
Kajian :
UU No.22 /1999 Tenetang OTDA pada pasal 7 Bab IV Kewenangan Dearah disebutkan pada ayat 1 yang berbunyi :
" Kewenangan Daerah mencangkup kewenangan dalam seluruh bidang pemerintah, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain."
Artinya kata kecuali berarti tidak termasuk dalam kewenangan daerah !! artinya bila Raper da tentang berbasis ijin bisa menjadi sebuah Perda. ini bertentangan dengan UU no 22/1999 pasal 7 ayat 1.
UUD amademen ke-4 Pasal 29 ayat 2 : "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."
Dalam UUD 1945 Pemerintah tidak akan melarang suatu agama untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya. Kalo Raperda itu jadi berarti sama aja dengan tidak menjamin agama selain penganut injil melakukan ibadahnya.
banyak lagi bisa kita temukan kecacatan-kecacatan hukum.
tapi dua Dasr hukum itu saja udah bisa membatalkan Raperda berbasail injil.
Mudah-mudahan Raperda itu tidak akan menjadi perda.
Saya mohon kepada Para Wakil Rakyat yg duduk di Pemerintahan sebagai penyambung lidah rakyat untuk bisa membantu dalam membatalkan Raperda tersebut karena Raperda ini bisa mengakibatkan kekacauan, keributan atar agama. Dampak dari Raperda ini akan banyak sekali. Ingat buat warga monokwari untuk bisa mensikapi dengan penuh keluasan hati.
Ingat Raperda adalah Produk dari politik petinggi yang ada di lingkungan manok wari bisa saja Raperda berbasis injil adalah alat transfortasi politik luar negri khususnya umat non muslim. untuk mengadakan adu domba bangsa sendiri.
Adanya unsur kepentingan yang disomplengi oleh kepentingan suatu golongan akan mengakibatkan kehancuran golongan tersebut.
Merdeka....Hancurkan sikap Penguasaan.
08 June 2007
27 April 2007
Alhamdulilah....Makasih Ya Robbi
Puji syukur. Alhamdulilah.
Gue seneng banget ini hari, jauh dari lubuk hati gue girang banget. Dah sekian lama baru bisa mencurahkan perasaan, terhadap blog ini. Mohon maaf pada blogger mania gue baru bisa pegang lagi, dan mencurahkan perasaan isi hati yang lama dah terpendam.
Gue baru tahu dan menemukan idnya (login ke blogger) kasian banget deh gue. Maklum ga pernah di belai (jablai) heheh. Akhirnya banyak sekali unek-unek yang tak tercurahkan dah sekian lama menjadi ngebatu di otak gw.
Pertama gw mau teriak dulu OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOi Baaaaaaaaaaaangsa Innnnnnnndonesia, dah makasih.
Saatnya kita mulai menata diri dimulai dari diri kita sendiri. Sudah banyak sekali korban berjatuhan, bencana melanda , bahkan yang ngetrend saat ini adalah kelalaian dari sebuah pemikiran pada saat pengeboran gas. Niat mencari keuntungan dari gas malah mendapatkan musibah yang sangat teragis. Ingat apapun yang terjadi jangan dijadikan perdebatan ..... yang perlu kita tegaskan adalah bagaimana solusi yang akan kita perbuat demi terciptanya sebuah tatanan hidup yang manusiawi.
Pendidikan jangan dijadikan alat transportasi politik "IPDN" sudah bukan Zamannya lagi. Tiap-tiap pemimpin memiliki ciri masing-masing. Kalo begitu apa bedanya dengan perubahan Zaman dari tradisi 1 ke tradisi yang lainnya. Jangan anak bangsa dijadikan tumbal sistem kekuasan di negara ini. Dengan berkedok instansi pemerintah. Ini masa Repormasi. artinya kita menunutut sebuah perubahan besar. bukan perubahan yang timbul...tenggelam. Dan apakah itu masih efektif dan efisien ? bila IPDN dijadikan sekloah atau institut dalam mencetak lulusan yang diminta oleh bangsa. Apakah calon akademika itu diberikan Muatan Lokal dalam setiap perkuliahan, seperti bagaimana cara menendang, memukul bahkan menutupi apa yang telah mereka perbuat kepada korbannya. Bagai mana kalo itu terjadi pada saat rakyat miskin kota, Kaum pedesaan atau bahkan Masyarakat MOderen yang berkelas. Mungkin mereka sudah bisa memposisikan pos-pos dari permasalahan yang harus diselesaikan. Bahkan ga jadi masalah bagi mereka ketika harus menggusur bahkan membuat kaum tertindas (wong Cilik) terdesak, terpojok bahkan terambil yawanya. Bagi mereka cuman satu "bagai mana mereka bisa memuaskan pelayanan terhadap kaum Minoritas (orang berkuasa) dalam membuat nyata mimpi Orang kaya.
Agama, Pendidikan Budaya Tolong jangan dijadikan alat transportasi politik. Mereka memiliki ruang geraknya masing-masing.
Apakah bangsa ini ingin selalu dalam ketertindasan. Apakah metal penjajahan semasa Jepang Belanda merupakan sebuah paradigma yang mengakar dalam negri ini. Pemerintah selalu menyembunyikan kebenaran bila akhirnya akan menyakitkan. Namun secanggih, dan sehebat apapun yang namanya kebenaran pasti akan terkuat walaupun ditutup-tutupi. Kesalahan demi kesalahan jangan selalu di tutupi. harusnya kesalahan itu dijadikan parameter dalam melakukan suatu kesimpulan dengan akurat atau setidaknya mendekati kebenaran.
Buat generasi muda. Marilah galang persatuan antar daerah. Jangan mau di adu domba oleh bangsa sendiri. apakah kita ini sebuah keledai ? kita tidak akan terpuruk untuk kesekian kalinya. Karena kita buakn Keledai kita adalah Manusia ynag diberikan akal dan pikiran, kita adalah makhluk ciptaan-NYA (Maha KUasa) yang sempurna dari citaan yang lainnya.
Terimakasih atas kesempatannya dalam mencurahkan semua unek-unek Gue.
Merdeka.
bithoks
27042007
Gue seneng banget ini hari, jauh dari lubuk hati gue girang banget. Dah sekian lama baru bisa mencurahkan perasaan, terhadap blog ini. Mohon maaf pada blogger mania gue baru bisa pegang lagi, dan mencurahkan perasaan isi hati yang lama dah terpendam.
Gue baru tahu dan menemukan idnya (login ke blogger) kasian banget deh gue. Maklum ga pernah di belai (jablai) heheh. Akhirnya banyak sekali unek-unek yang tak tercurahkan dah sekian lama menjadi ngebatu di otak gw.
Pertama gw mau teriak dulu OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOi Baaaaaaaaaaaangsa Innnnnnnndonesia, dah makasih.
Saatnya kita mulai menata diri dimulai dari diri kita sendiri. Sudah banyak sekali korban berjatuhan, bencana melanda , bahkan yang ngetrend saat ini adalah kelalaian dari sebuah pemikiran pada saat pengeboran gas. Niat mencari keuntungan dari gas malah mendapatkan musibah yang sangat teragis. Ingat apapun yang terjadi jangan dijadikan perdebatan ..... yang perlu kita tegaskan adalah bagaimana solusi yang akan kita perbuat demi terciptanya sebuah tatanan hidup yang manusiawi.
Pendidikan jangan dijadikan alat transportasi politik "IPDN" sudah bukan Zamannya lagi. Tiap-tiap pemimpin memiliki ciri masing-masing. Kalo begitu apa bedanya dengan perubahan Zaman dari tradisi 1 ke tradisi yang lainnya. Jangan anak bangsa dijadikan tumbal sistem kekuasan di negara ini. Dengan berkedok instansi pemerintah. Ini masa Repormasi. artinya kita menunutut sebuah perubahan besar. bukan perubahan yang timbul...tenggelam. Dan apakah itu masih efektif dan efisien ? bila IPDN dijadikan sekloah atau institut dalam mencetak lulusan yang diminta oleh bangsa. Apakah calon akademika itu diberikan Muatan Lokal dalam setiap perkuliahan, seperti bagaimana cara menendang, memukul bahkan menutupi apa yang telah mereka perbuat kepada korbannya. Bagai mana kalo itu terjadi pada saat rakyat miskin kota, Kaum pedesaan atau bahkan Masyarakat MOderen yang berkelas. Mungkin mereka sudah bisa memposisikan pos-pos dari permasalahan yang harus diselesaikan. Bahkan ga jadi masalah bagi mereka ketika harus menggusur bahkan membuat kaum tertindas (wong Cilik) terdesak, terpojok bahkan terambil yawanya. Bagi mereka cuman satu "bagai mana mereka bisa memuaskan pelayanan terhadap kaum Minoritas (orang berkuasa) dalam membuat nyata mimpi Orang kaya.
Agama, Pendidikan Budaya Tolong jangan dijadikan alat transportasi politik. Mereka memiliki ruang geraknya masing-masing.
Apakah bangsa ini ingin selalu dalam ketertindasan. Apakah metal penjajahan semasa Jepang Belanda merupakan sebuah paradigma yang mengakar dalam negri ini. Pemerintah selalu menyembunyikan kebenaran bila akhirnya akan menyakitkan. Namun secanggih, dan sehebat apapun yang namanya kebenaran pasti akan terkuat walaupun ditutup-tutupi. Kesalahan demi kesalahan jangan selalu di tutupi. harusnya kesalahan itu dijadikan parameter dalam melakukan suatu kesimpulan dengan akurat atau setidaknya mendekati kebenaran.
Buat generasi muda. Marilah galang persatuan antar daerah. Jangan mau di adu domba oleh bangsa sendiri. apakah kita ini sebuah keledai ? kita tidak akan terpuruk untuk kesekian kalinya. Karena kita buakn Keledai kita adalah Manusia ynag diberikan akal dan pikiran, kita adalah makhluk ciptaan-NYA (Maha KUasa) yang sempurna dari citaan yang lainnya.
Terimakasih atas kesempatannya dalam mencurahkan semua unek-unek Gue.
Merdeka.
bithoks
27042007
19 August 2006
Sandal Ku
Pada tanggal 16 Agustus 2006 yang telah berlalu, Aku dan Temanku lagi asik mengikuti perlombaan demi perlombaan yang diadakan oleh masyarakat di kampungku.
Walaupun panas terik, debu dari pasir tapi itu Ku nikmati dengan asiknya.
Pakaian bersih jadi kotor tak dihawatirkan, saking asiknya, lupa akan Omelan Orang Tua.
setelah dilalui perlombaan demi perlombaan, tibalah saat untuk bersiap-siap pulang, hari dah mulai sore matararipun tenggelam.
Ketika Aku hendak pulang, aku lupa sendal yang ku pakai tadi pada saat mengikuti jalannya perlombaan, kutaruh dimana? soalnya tadi tuh aku simpan diantara sandal-sandal peserta lomba, beragam jenis dan warnanya apa lagi mereknya.
Yah dari pada kelamaan akhirnya ku pulang saja tanpa sandal. Ketika sudah sampai di rumah orang tua ku bertanya."yanmana sandal mu? Kujawab. anu Mah sandalku ilang ketika ikut perlombaan. mamahku menjawab " Ya udah besok kalo dah beli sandal harus di jaga sebelum kita menyerahkan pada Yang Maha Esa. (Tuhan)" aku menjawab " LOh ko harus dijaga dulu baru bertawaql". ibuku " Karena Tuhan tidak akan menjaga sesuatu barang ataupun yang lainnya jika Orang tersebut belum berusaha sacara maksimal dalam melindungi sesuatu baik itu barang ataupun yang lainnya, jadi sebelum kamu berusaha untuk menjaga sesuatu barang, maka Tuhan tidak akan pernah menjaganya.
Aku sambil termenung.... Oh aku tahu.
Walaupun panas terik, debu dari pasir tapi itu Ku nikmati dengan asiknya.
Pakaian bersih jadi kotor tak dihawatirkan, saking asiknya, lupa akan Omelan Orang Tua.
setelah dilalui perlombaan demi perlombaan, tibalah saat untuk bersiap-siap pulang, hari dah mulai sore matararipun tenggelam.
Ketika Aku hendak pulang, aku lupa sendal yang ku pakai tadi pada saat mengikuti jalannya perlombaan, kutaruh dimana? soalnya tadi tuh aku simpan diantara sandal-sandal peserta lomba, beragam jenis dan warnanya apa lagi mereknya.
Yah dari pada kelamaan akhirnya ku pulang saja tanpa sandal. Ketika sudah sampai di rumah orang tua ku bertanya."yanmana sandal mu? Kujawab. anu Mah sandalku ilang ketika ikut perlombaan. mamahku menjawab " Ya udah besok kalo dah beli sandal harus di jaga sebelum kita menyerahkan pada Yang Maha Esa. (Tuhan)" aku menjawab " LOh ko harus dijaga dulu baru bertawaql". ibuku " Karena Tuhan tidak akan menjaga sesuatu barang ataupun yang lainnya jika Orang tersebut belum berusaha sacara maksimal dalam melindungi sesuatu baik itu barang ataupun yang lainnya, jadi sebelum kamu berusaha untuk menjaga sesuatu barang, maka Tuhan tidak akan pernah menjaganya.
Aku sambil termenung.... Oh aku tahu.
Subscribe to:
Posts (Atom)